Welcome to my blog xD

Selamat datang di Blog yang sederhana ini.

Silahkan isi pendapatmu di Buku Tamu

Terima kasih

Archive for Maret 2013

Susahnya dapetin First Kiss

Hai, ahh lama gak menyapa, ehehe. Kali ini saya bakalan ngelanjutin serial Udin dan Michele! Maaf ya baru bisa ngelanjutin lagi, soalnya susah cari ide yang pas buat 2 chara ini. *maaf chele*. Daripada lama-lama, dan ngejelasin pake summary, mending langsung aja cekidot.
.
.
Udin's pov
Gadis itu tampak masih menundukkan kepalanya. Entah apa yang ia sembunyikan dariku. Aku bisa melihat semburat merah di kedua pipinya yang putih. Ada apa? Apa yang kau sembunyikan?. Pertanyaan itu ingin sekali kuucapkan. Tapi aku tau, ia tak akan menjawab sekalipun aku bertanya 1000 kali. Tak apa. Bagiku yang terpenting adalah ia tetap berada di hadapanku.
Aku dan dia masih diam dan saling berkutat pada pikiran masing-masing yang tak berujung dan tak jua memperolah kesimpulan. Aku berhenti. Aku memilih untuk memperhatikan wajahnya yang luar biasa cantik dan sifatnya yang mengagumkan. Tubuhnya semampai, rambutnya yang halus, mata sipitnya yang amat lembut dan membawa ketenangan. Aku memang sangat beruntung memilikinya, walaupun aku harus bersaing dengan 1000 orang ganteng untuk mendapatkan Michele. Aku tau dia sadar bahwa sejak tadi aku memandangi wajahnya, membuat semburat merah di wajahnya semakin kentara. Aku paling suka itu. Aku baru sadar, ternyata aku genit juga.
Aku rasa aku mulai bosan dengan keadaan diam ini, ayolah udin, temukan ide. Jangan diam seperti ini, tunjukkan keberanianmu. Kau harus mengatakannya, demi harga dirimu. Semangat….!
"emmmm….Michele sayang". ucapku pelan agak ragu-ragu. Ohh Tuhan, tolong aku, aku telah bertobat.
"iya sayang?…". Aduh suara itu manis sekali. Kalau bukan karena adik-adikmu yang galak itu sudah ku bawa pulang kau.
"ano…emmmm…". Aku masih ragu-ragu.
"iya…?". Michele nampaknya penasaran. Tapi sekarang giliranku yang seperti cacing kapanasan. Ayolah katakanlah kalau kau ingin menciumnya. Gampang kan?
"emmm…".
"apa…..?".
"ano…boleh aku pinjam toilet?".
'Deggg….!'
' Baka….!kau bilang apa Udin? Bodoh, kok bisa seperti itu. Ah…..'
"si-si-silahkan-saja…". Jawab Michele terbata-bata. Lho dia kok jadi gagap begitu. Aku kan hanya mau pinjam toilet, bukan menciumnya. Baru segini saja kau sudah gagap bagaimana kalau ku cium jangan-jangan kau langsung bisu seketika. Tidaaaaaakkkk…..!
"terima kasih…". Aku mengucapkan sambil tersenyum. Lagi-lagi wajahnya memerah.
Sepanjang jalan menuju pulang aku hampir gila karena kebodohanku tadi. Kenapa harus toilet?. Kenapa tidak bilang kalau aku ingin menciumya. Dasar pecundang. Padahal aku sudah 7 bulan berpacaran dengan gadis cantik dan-ehm-mempesona itu. Tapi aku belum pernah menciumnya. Sungguh prestasi yang amat sangat memalukan. Coba bayangkan, Budi hampir tiap hari dengan Inem. Joko malah udah dapet gebetan baru, langsung nikah. Ayolah jangan jadi orang yang memalukan. Bagaimana kalau orang satu geng tau? Aku pasti diketawain siang malam.
Tapi aku tak tega kalau harus mencium seorang gadis cantik yang ku cintai ini. Dia gadis yang berbeda. Aku sama sekali tak pernah memaksakan keinginanku padanya. Seorang sepertiku ini bisa luluh oleh seorang gadis sipit bertubuh jangkung *sorry chele*. Perlu dicatat dalam sejarah Indonesia tercinta!
Aku masih ingat saat aku menyatakan perasaanku padanya, coba tebak, apa yang terjadi:
Langsung diterima
Pikir-pikir dulu
Ditolak (aku rasa itu jawaban ternorak yang pernah ada, aku kan sudah jadi kekasihnya)
Diam dan tersenyum manis padaku.
Tidak menjawab apa-apa.
Teeeeetttt…toooootttt…..
Jawaban anda salah semua…huuuuuu….
Perlu diketahui saja, pertama kali aku bilang bahwa aku menyukai Michele, gadis itu langsung marah-marah di tempat. What the hell…! Dia kira aku hantu yang naksir bidadari apa?! Jangan bilang kalau memang tampangku ini mirip genduruwo Bondowso ya…! Tapi syukurlah, Michele menerima cinta dari babang Udin yang-ehm-puallingg ghuantheng ini….muahahahahahaha…..
Kembali ke lap-eh salah-kembali ke pokok permasalahan. Saudara-saudara, seorang Udin belum mendapat ciuman pertama dari sang pacar Michele. Terus aku harus gantung diri gitu? Ya jangan dong, nanti Michele ku diambil oleh si ngek-ngok Habib rese itu. Aku tau Habib rese itu menyukai Michele ku yang unyu-unyu berat itu. Matanya selalu hijau tiap melihat Michele. Ah, rasanya ingin kumakan hidup-hidup mamalia bertaring yang berdarah hangat itu-halah bahasanya-.
Ahaaaa….! Oooouuuuu yeeeaaahhhh….!
Ternyata otak Udin tak se-dodol yang dibilang orang. Aku dapat ide cemerlang. Yuhuuuuu…lihat saja nanti, teman-temanku pasti akan kagum dengan kehebatan ku. Sik…asik….tunggu saja Micheleku yang unyu-unyu aku akan membuatmu semakin mencintaiku.
End Udin's pov
Bruuummmm…brummm….
Deru suara motor legenda keluaran taun 80-an itu nampak berhenti di sebuah taman kecil di seberang jalan. Terlihat sosok pemuda nampak melepas helmnya, dan….
Slash…
Rambut putihnya bagai uban bergerak diterpa angin, terlihat berantakan namun malah membuatnya semakin aneh. Kulitnya gak jelas. Matanya berwarna hitam legam yang kali ini terlihat begitu sumringah. Tubuhnya yang kerempeng kayak lidi itu terlihat atletis sekali #nahantawa. Ia membuka resleting jaketnya dan turun dari motor yang baru saja ia parkir. Sesegera mungkin ia menggandeng gadisnya yang sudah terlebih dulu turun. Terlihat semburat merah di pipi gadis itu. Pasti ia sedang terpesona dengan pemuda yang ada di sampingnya.
Mereka berdua berjalan beriringan masuk ke area taman. Si gadis Nampak tak begitu kesulitan mengimbangi langkah sang pemuda yang agak lebar. Namun ia tetap menundukkan kepalanya tanpa mau menatap lelaki yang tengah menggandengnya dengan tingkat ke-PD-an yang luar biasa akut. Semburat merah masih saja terlihat di kedua pipi mulusnya itu.
"emmm, Michele, kenapa kau tidak bertanya…?". Tanya Udin sembari tetap menggandeng tangan kekasihnya itu.
"ano, Tanya apa Udin sayang?". Michele balik bertanya.
"pewh….kenapa tidak Tanya kita mau kemana?".
"untuk apa? Toh aku denganmu. Tak masalah". Ucap Michele malu-malu. Membuat Udin muncul setan jailnya.
"bagaimana kalau ku ajak kau terjun dari lembah akhir tempat aku bertengkar dengan Zain dulu?". Udin tersenyum jahil lebih tepatnya hampir mirip setan yang sukses memasukkan manusia dalam neraka.
" Udin!". Michele Nampak mengembungkan pipinya. Kelihatanya ia cemberut. Membuat ekspresi si Udin berubah jadi setan kelaparan.
"Eh…aku hanya bercanda. Jangan marah begitu". Udin memohon pada Michele membuat gadis itu kembali memerah. Eh, ngomong-ngomong kenapa dengan gadis ini? Kenapa dia selalu memerah tiap kali berhadapan dengan Udin. Jangan-jangan kelainan*di geplak Udin.
" jangan bicara begitu, aku takut Udin".
" iya sayang….". halah bahasanya.
Mereka berdua lalu berhenti di tepi danau buatan kecil yang terdapat di tengah taman. Suasana Nampak lengang, hanya ada beberapa orang yang tengah sibuk dengan urusan masing-masing. Keduanya duduk disebuah bangku kecil yang tepat menghadap kearah danau.
Perlahan namun tak pasti udin meraih jemari tangan Michele yang nganggur di atas bangku. Awalnya si Michele terkejut namun ia berhasil meredam keinginannya untuk pingsan-uuaappphaaa…!pingsan lagi…?! Bukannya Michele itu terkenal enerjik?. Udin mendekatkan wajahnya ke wajah Michele, Michele nampak kelabakan dan bingung harus berbuat apa. Udin semakin dekat dengan Michele. Tinggal 2 sentimeter lagi, ciuman pertama akan sukses, dan dia tidak akan jadi bahan tertawaan teman-temanya.
1….
2…
3…
Sedikit lagi….
"Bang, abang lagi ngapain?" Seorang anak kecil sukses mengganggu acara 'first kiss' Udin.
'Anjrit! Bentar lagi tuh padahal' gumam Udin dalam hati.
"Adek kecil, ada apa?" Tanya Michele
"Itu, sepeda motor yang ada disana punya abang?" Seketika Udin melongo kearah parkiran, tempat yang ditunjuk si anak kecil itu. Ia kaget, motornya tidak tampak.
"Waduh, motorku kemana? Ahh, jadi gagal kan." Udin hanya bisa pasrah, dan pulang dari taman itu dengan menggendong kekasihnya.
Dalam perjalanan pulang.
"Maaf yah sayang, hari ini acaranya jadi kacau"
"Gapapa kok sayang, aku bisa ngerti kok" Jawab Michele dengan senyum termanisnya
'Ahh senangnya punya kekasih seperti Michele, walaupun aku gak dapet first kissnya sampe sekarang, tapi aku selalu dapat senyumnya' gumam Udin dalam hati.

Udin pun berniat untuk melanjutkan aksinya lain hari.

End.


Hehehe, gimana ceritanya? mungkin agak aneh, jadi komentarnya ditunggu, Arigatou.
Jumat, 22 Maret 2013
Posted by Ricky Anggoro

Samsung Galaxy S IV

Hai Readers, kali ini saya kembali hadir. Kali ini saya mau mengulas tentang smartphone terbaru keluaran samsung, yang digadang-gadang bakalan jadi pesaing berat iPhone 5! Yak, Galaxy S IV! Sejak diluncurkan tanggal 14 Maret lalu di New York, Samsung Galaxy IV ini memang mengundang decak kagum. Hmm, kira-kira apa saja sih fitur yang ditawaran Galaxy IV? Mari simak ulasannya.



Fitur

Samsung Galaxy S IV, selain dibekali oleh fitur Geo tagging dan fitur deteksi mata yang mana sudah tersedia di pendahulunya, Galaxy S III, Galaxy S IV mempunyai fitur terbaru, yaitu Smart Scroll dan Smart Pause. Fitur ini merupakan peningkatan pengalaman akses melihat video maupun browsing berbasis pengenalan wajah. Smart Scroll membuat penggunanya dapat menscrolling e-mail ataupun browser, tanpa harus menyentuh perangkatnya. Fitur ini memanfaatkan gerakan wajah pengguna yang sebelumnya sudah dikenali. Sebagai catatan, kemiringan dan ketepatan wajah juga mempengaruhi scrolling.

Sedangkan fitur Smart Pause memungkinkan penggunanya untuk menghentikan pemutaran video yang sedang berjalan, hanya dengan memutar kepala menjauh dari perangkat. Fitur ini juga tetap memanfaatkan pengenalan wajah anda untuk dapat menjalankannya.

Menariknya, Galaxy S IV juga dilengkapi fitur terbaru, Samsung WatchOn. Fitur ini memungkinkan penggunanya untuk mengendalikan tv, seperti menjadi remote control.

Pengguna juga dapat mengakses perangkat tanpa menyentuh layar, berkat fitur Air View. Cara kerjanya cukup dengan melayangkan jari diatas layar untuk mengakses menu di layar. Tersedia pula fitur Air Gesture, yang memungkinkan pengguna mengubah lagu, menggulirkan halaman Web, atau merespons panggilan hanya dengan melambaikan tangan.

Galaxy S IV juga ditambahkan dengan fitur hiburan dengan Group Play. Dengan fitur ini, pengguna dapat berbagi foto, musik, dan games dengan orang di sekitar pengguna. Fitur ini juga dapat  digunakan untuk membuat kelompok musik, dan dapat mengubah perangkat menjadi sound system.
Jika terdapat banyak ponsel Galaxy S4, bahkan masing-masing ponsel dapat berbagi peran. Satu ponsel bisa difungsikan untuk speaker bagian kanan, sementara yang lainnya bisa sebagai speaker kiri atau speaker tengah.


Lalu fitur yang cukup unik, adalah S Translator. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menerjemahkan e-mail atau pesan sms menjadi suara. Fitur ini juga dapat menerjemahkan baik dari pembicaraan ke dalam teks maupun dari teks ke pembicaraan. Untuk anda yang suka foto-foto ataupun merekam suara, Galaxy S IV menghadirkan fitur Dual Shot dan Dual Recording. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melakukan pemotretan dan perekaman dari dua ruang yang berbeda dalam satu layar.

Buat anda yang suka sinema, Galaxy S IV punya fitur Cinema photo. Fitur ini membuat foto statis Anda menjadi seperti sinema. Lalu, yang hobi chatting, S IV menyediakan fitur ChatON Dual. Fitur ini memaksimalkan komunikasi chatting  dan video call secara langsung dengan dua orang di saat bersamaan.





Spesifikasi

Untuk layar, S IV memakai layar Super AMOLED dengan ukuran 4,99 inch dan resolusi 1920 x 1080 piksel (Full HD, dengan 441 ppi. Untuk masalah dapur pacu, Galaxy S IV memakai chipset octa-core Exynos 5, terdiri dari quad-core prosesor Cortex-A15 dengan clocking 1,6 GHz dan quad-core prosesor Cortex-A7 dengan clocking 1,2 GHz. Belum lagi, S IV juga telah memakai RAM DDR 3 2 GB. Masalah Jaringan, bahkan Galaxy S IV sudah dicekoki dengan jaringan 4G (LTE). Untuk Spesifikasi selengkapnya, bisa anda baca dibawah ini.
Jaringan GSM 850/900/1800/1900 MHz (2G)
HSDPA 850/900/1900/2100 MHz (3G)
LTE
Micro-SIM
Dimensi  13,6 x 6,9 x 0,7 cm
130 gram
Layar  4,99" Super AMOLED capacitive touchscreen, kedalaman 16 juta warna, resolusi 1080 x 1920 piksel, 441 ppi
Corning Gorilla Glass 3
Memori  16/32/64 GB (internal)
microSD up to 64 GB
RAM 2 GB
Konektivitas HSDPA 42,2 Mbps; HSUPA 5,76 Mbps; LTE Cat3 100 Mbps
Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac
Bluetooth 4.0 A2DP
NFC
microUSB 2.0, USB On-the-go
Kamera  13 MP (4128x3096 piksel), autofocus, flash LED
perekam video 1080p@30fps
kamera depan 2 MP 1080p@30fps
Sistem operasi OS Android Jelly Bean v4.2.2
Chipset Exynos 5 Octa 5410
CPU Quad-core 1.6 GHz Cortex-A15 & quad-core 1.2 GHz Cortex-A7
GPU PowerVR SGX 544MP3
Fitur-fitur  A-GPS dan GLONASS
Java MIDP
S-Voice natural language commands and dictation
Smart Stay eye tracking
Dropbox 50 GB
TV-out
MP4/DivX/XviD/WMV/H.264/H.263 player
MP3/WAV/eAAC+/AC3/FLAC player
Baterai Li-Ion 2600 mAh


Untuk harganya, Samsung belum merilis harga resminya, tapi yang jelas, harganya lebih tinggi dari Samsung Galaxy S III, ehehehe. Sekian dulu readers, semoga lebih bijak memilih smartphone :D


Minggu, 17 Maret 2013
Posted by Ricky Anggoro
Tag :

Kejadian di pagi hari

Hai Readers, wah udah lama gak menyapa nih :D Saya mau share fic lagi nih, udah lama di draft, oke langsung aja cekidot.

TOK TOK TOK…
Terdengar ketukan nyaring menggema di satu kamar. He kamar?, yah kamar. Dengan malas satu dari dua si penghuni kamar bangun dan membukakan pintu. Setelah pintu terbuka lebar ter-ekspos lah -?- manusia berpakaian rapi yang di sebut pelayan tengah tersenyum ramah.
"Selamat pagi Nyonya Nara, maaf mengganggu. Saya mau mengantarkan sarapan pagi anda dan Tuan Nara." Ucap pelayan itu masih tersenyum ramah.
Temari –yang tadi di panggil Ny. Nara- masih linglung belum sadar sepenuhnya hanya mengangguk pelan seraya masuk kembali ke dalam kamar.
Merasa sudah di perbolehkan masuk, pelayan tadi melenggang masuk dan menyiapkan sarapan untuk Nyonya dan Tuan Nara. Setelah selesai pelayan tadi meminta izin keluar karena pekerjaannya sudah selesai dan tak lupa senyum ramah kembali terpampang di bibir sang pelayan setelah mengucapkan terimakasih lalu melesat pergi.
Temari yang masih mengantuk kembali ke kasurnya berniat untuk tidur kembali. Baru beberapa saat Temari masuk ke alam mimpinya ia kembali di bangunkan oleh suara, tapi suara kali ini tidak nyaring tapi sebaliknya sangat lembut.
"Selamat pagi istriku sayang.. hhm?" ujar seorang pria yang sepertinya Tuan Nara tersenyum lembut sambil membelai rambut wanita yang kita ketahui Temari.
Temari belum sepenuhnya sadar perlahan-lahan membuka matanya dan mendapati sesosok pria yang tengah tersenyum, wajahnya sangat dekat. Temari terlonjak kaget langsung bangun dari posisi tidur menjadi duduk.
"Kenapa kau sebut aku istrimu? Sejak kapan kau menikahiku Shikamaru?" jerit Temari histeris sambil menunjuk-nunjuk pria yang di panggil Shikamaru. Shikamaru pun terkaget-kaget langsung duduk mencoba menenangkan istrinya.
"Hey, hey. Masa kau tidak ingat? Kemarin kita menikah, dan sekarang sedang bulan madu." ujar Shikamaru mengingatkan. Shikamaru menatap wajah istrinya yang kelihatannya tengah berfikir.
"Benarkah?" Tanya Temari dengan mimik muka terlihat berfikir, Temari masih belum percaya lelaki berambut nanas –tapi sekarang di buka- ini suaminya.
"Hhh, kalau kau tidak percaya lihat ini, " Shikamaru mengambil kamera mungil yang di simpan di laci meja. Shikamaru mengutak-atik sebentar lalu memperlihatkan foto pernikahan mereka berdua.
Temari dengan cepat mengambil kamera mungil tadi dari tangan Shikamaru lalu melihatnya. "Huaaa aku benar-benar tidak percaya bahwa kau itu benar suamiku," ucap Temari dengan raut wajah tidak percaya sambil melihat-lihat foto.
Shikamaru sweatdrop di tempat melihat tingkah istrinya yang satu ini –lah emang punya berapa?-. "Nah sekarang percayakan aku ini suamimu?" Tanya Shikamaru memastikan.
"Hmm… sepertinya iya," jawab Temari tanpa menatap Shikamaru yang was-was, ia masih sibuk melihat-lihat foto.
Shikamaru lagi-lagi sweatdrop di tempat mendengar pengakuan nista dari istrinya. "Huh, terserahlah. Lebih baik kau mandi agar otakmu sehat kembali," ujar Shikamaru beranjak dari kasur menuju ruang tv.
Temari yang hanya mendengar kata 'mandi' hanya mengangguk lalu pergi menuju kamar mandi, tentunya untuk pergi mandi.
Shikamaru sedang duduk santai di sofa ruang tv sambil fokus menonton berita,
"Pemirsa hari ini adalah hari sidangnya kasus jayus timbunan yang mengkorupsi uang pajak rakyat, banyak sekali yang mendemo di luar tempat persidangan. Sebenarnya saya juga ingin ikut mendemo karena dia makan uang rakyat sendirian. Harusnya dia bagi-bagi dengan saya. yah, tapi karena tuntutan pekerjaan saya harus menahan emosi. Kalau saya tidak bisa menahan emosi, saudara-saudara saya mau makan apa coba? Apalagi adik saya yang paling kecil, namanya Tobi kasian dia tuh-"
Shikamaru sweatdrop melihat reporter yang melapor menjadi curhat dengan beruraian air mata menyayangkan uangnya yang belum tentu. Lalu Shikamaru mendengar suara 'Stop, stop' yang sepertinye kamerawan.
Lalu reporter bermasker itu berhenti, "Ya saya Kakuzu. Terimakasih atas perhatian anda, demikianlah sekilat info." Pamit reporter bernama Kakuzu tadi menutup acara.
"Ya ampun, ada-ada saja reporter tadi. Pakai-pakai masker lagi, memangnya gunung mer-api masih meletus apa?" Shikamaru menggeleng-geleng lalu tak lama kemudian ia mendengar teriakkan Temari yang menggema dari kamar mandi. "SHIKAMARU…"
Shikamaru mencoba mengindahkan teriakkan Temari dan menajamkan pendengarannya pada tv, yah tapi bagaimana lagi teriakan Temari itu sangatlah dahsyat dan fenomenal-?- jadi mau di kata apa? Dengan ogah-ogahan Shikamaru beranjak menuju kamar mandi. "Mendokusai."
"SHIKAMARU…" teriak Temari lantang tanpa mengetahui Shikamaru sudah berada di depan pintu kamar mandi sambil menutup telinga mencegah pendengarannya akan rusak.
"Hey, tak usah teriak-teriak aku ada di depan pintu," ujar Shikamaru dengan nada malas masih dengan tangan menutup telinga mencegah kemungkinan telinganya tak akan sakit bila Temari berteriak lagi.
"Hehe, maaf aku kira kau dimana." Kata Temari malah cengengesan.
"Ada apa kau berteriak-teriak gaje memanggilku?" Tanya Shikamaru to the point. Shikamaru lalu bersandar pada pintu kamar mandi yang memisahkan dirinya dan Temari.
"Ambilkan aku handuk, aku lupa membawanya tadi." Jawab Temari. Shikamaru tersenyum jahil.
"Kenapa tidak ambil sendiri? Masa aku harus menggendongmu sih?" sepertinya Shikamaru ingin menjahili istrinya ini.
Temari blushing mendengar perkataan Shikamaru, dengan malu-malu ia berkata, "Se-sekarang aku tidak berpakaian b-bodoh," ucap Temari gugup sendiri.
Shikamaru semakin semangat menjahili istrinya, "Memang kenapa jika kau keluar tidak berpakaian? Bukankah di sini hanya ada kita berdua? Kau dan… suamimu. Hmm jadi jika terjadi apa-apa denganmu tidak masalahkan? Maksudku terciptanya Nara Shikamaru junior," Senyuman Shikamaru sekarang telah berubah menjadi seringai mesum #plakk.
Temari semakin gugup mendengar penuturan suaminya, tapi ia yakin suaminya itu sedang menjahilinya. Temari bergidik kedinginan terlalu lama tinggal di kamar mandi. Lama-lama ia berfikir suaminya itu kejam sekali membiarkan istrinya sendiri berlama-lama di dalam kamar mandi tanpa sehelai kain pun.
Urat kemarahan berkedut-kedut di wajah Temari, ia kesal pada suaminya. "Grrrhh Shikamaruuu BAKAAA—"
GUBRRAAKK..
Dengan kerasnya Temari menendang pintu kamar mandi yang di sandari Shikamaru. Shikamaru langsung meloncat kaget. Untung pintunya tidak rusak, hanya sedikit retak sih tapi itu lebih baik dari pada rusak bukan?
"Temariii, ini bukan rumah kita! Bagaimana kalau pintunya rusak? Ini itu kamar hotel, terserah kau kalau mau merusak pintu tapi nanti saja kalau kita sudah pulang okeh?" seru Shikamaru sambil memegangi dadanya.
"Untung aku tidak jantungan, kalau aku jantungan pasti tragis sekali.." ujar Shikamaru membayangkan di televisi di beritakan seorang pria yang baru menikah di bunuh istrinya sendiri dengan motivasi pembunuhan berawal karena suami menjahili sang istri yang sedang mandi.
"Ya sudah cepat ambilkan, aku sudah kedinginan." ujar Temari dari dalam kamar mandi.
"Sebelumnya apa mau aku peluk?" tawar Shikamaru,
"TIDAK NANAS! CEPAT AMBILKAN ATAU AKU BERI BOGEM KAU!" teriak Temari marah. Shikamaru langsung lari terbirit mengambil handuk mendengar ancaman dari istrinya ternista eh maksudnya tercinta, "Mendokusai."
Shikamaru dan Temari sekarang sedang berjalan-jalan di pusat kota Hokkaido, Temari menggandeng tangan Shikamaru manja. Biasanya Shikmaru mala-malasan tapi kali ini Shikamru terlihat menikmati acara jalan-jalan mereka.
Sesekali Shikamaru tersenyum melihat tingkah istrinya. Tapi tak jarang pula Shikamaru di seret paksa untuk menuruti permintaan Temari.
"Bagaimana? Apa sudah selesai lihat-lihatnya?" Tanya Shikamaru menatap Temari yang berjalan di sampingnya. Temari mengangguk kecil lalu tiba-tiba tangan Shikamaru yang tadinya di masukkan ke dalam saku menggenggam tangannya lembut.
Temari merona malu di perlakukan seperti itu oleh Shikamaru. Ia mendongkak menatap suaminya yang tengah tersenyum. Entah kenapa Temari menjadi ikut tersenyum.
"Kita menyewa sepeda, bagaimana?" Tanya Shikamaru tiba-tiba –nih orang tiba2 mulu-. Temari kembali mendongkak alisnya terangkat sebelah menandakan ia bingung.
Shikamaru menunjuk lurus ke depan, dengan rasa penasaran Temari mencari objek yang Shikamaru tunjuk. Setelah mendapatkan jawaban Temari mengangguk-ngangguk.
"Baiklah," seru Temari semangat. Shikamaru tersenyum melihat tingkah istrinya yang polos dan manis tapi kapan pun ia bisa berubah menjadi monster yang mengerikan.
"Huuwaw Shikamaru awaaaas—" Temari mengeratkan pelukkannya pada Shikamaru. "—kau hampir menabrak pohon kelapa nanas!" seru Temari emosi.
"Huh, kau diam saja. Aku kan yang yang menyetir, kau hanya tinggal duduk manis saja di belakang." Ucap Shikamaru sambil terus mengayuh sepeda dengan Temari ikut serta duduk di belakangnya.
"Bagaimana aku bisa duduk manis coba? Supirnya saja tidak bisa menyetir dengan baik." Desis Temari sinis.
"Bukannya aku tidak bisa menyetir, tapi aku kan sudah lama tidak menyetir sepeda lagi." Bela Shikamaru. Temari masih komat-kamit merutuki suaminya yang malas ini.
"Iya kau kan 'sibuk' tidur terus, jadi mana sempat 'belajar' menyetir sepeda, iya kan?" Ucap Temari sinis sambil menekankan kata-kata tertentu.
Shikamaru merasa tertantang. Sebenarnya ia mahir naik sepeda, tapi dia kan ingin di peluk-peluk istrinya jadi dia jahil 'sedikit' tak apa kan? Shikamaru melajukan sepedanya dengan kencang setelah Temari berkata. "Kyaaa—" Temari mengeratkan pelukannya "—Shi-Shikamaruuu." Shikamaru menyeringai penuh kemenangan.
Shikamaru dan Temari terus bersepeda dengan di di pesisir pantai. Mereka berdua terus saja ribut membela pendapat masing-masing, tapi jika orang yang melihatnya pasti berpendapat bahwa mereka pasangan yang manis.
"Indah bukan?" Tanya Shikamaru menatap lurus kearah barat, menatap sunset. Temari yang duduk di sampingnya tersenyum bahagia sambil menatap kearah dan objek yang sama dengan Shikamaru, "Sangat indah."
Temari menyandarkan kepalanya pada pundak Shikamaru, senyum manis tak lepas dari bibir mungilnya. "Temari?" tiba-tiba Shikamaru bersuara memecah keheningan diantara mereka berdua.
Temari sedikit heran, tak biasanya si pemalas yang satu ini mau memulai pembicaraan, "Hmm?" Temari menagangkat kepalanya menatap Shikamaru heran.
Shikamaru berbalik menghadap Temari dan mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya lalu ia memperlihatkan sebuah kalung sederhana tapi sangat manis bebentuk bintang. "Untukku?" Shikamaru mengangguk.
"Bagaimana? Kau suka?" Tanya Shikamaru meminta pendapat Temari. Temari tersenyum manis lalu mengangguk.
Shikamaru sangat senang Temari menyukainya lalu ia memakaikan kalung manis tadi ke leher jenjang Temari. Temari tersenyum sumringah kala kalung tadi telah tergantung manis di lehernya. Shikamaru merona melihat senyuman Temari lalu memalingkan wajahnya kearah barat mencoba menyamarkan rona merah yang berada di wajahnya ini.
Tiba-tiba Temari menarik kerah baju Shikamaru. Shikamaru kaget akan perbuatan istrinya. Temari mendekatkan wajahnya pada wajah Shikamaru.
Shikamaru yang gugup setengah mati atas perlakuan Temari hanya bisa memejamkan matanya rapat-rapat dalam artian pasrah. Shikamaru merasakan hembusan nafas Temari menerpa wajahnya. "Terimakasih," bisik Temari lembut.
Shikamaru mendengar bisikan Temari membuka matanya lalu—
CUP
Shikamaru tidak menyangka istrinya benar-benar melakukan ini, tapi toh dia juga menikmatinya. Buktinya perlahan Shikamaru ikut memejamkan matanya menikmati ciuman mereka yang di latar belakangi sunset. "Aku sangat bahagia-" Temari membuka matanya menatap Shikamaru yang memejamkan matanya menikmati ciuman mereka, "—bersamamu." Ucap Temari di sela-sela ciumannya.
"Huh tidak ada acara yang seru." Desah Temari sambil mematikan tv yang tadi sempat menyala. Temari mengambil majalah dari atas meja lalu berbaring di atas sofa dan membacanya.
Shikamaru yang memakai baju tidur kembar dengan Temari, berjalan mendekati Temari. Temari melirik suaminya yang sekarang duduk di sampan tempat ia berbaring. "Sudah selesai mandinya?" Tanya Temari masih fokus melihat-lihat majalah.
"Sudah. Temari, tadi ibu dan ayah menelepon." Temari bangun dari posisi duduknya.
"Memangnya mereka bilang apa?" Tanya Temari kini menatap Shikamaru.
"Mereka bilang, jika kita nanti pulang kita harus s-sudah err.. ber-bertiga." Shikamaru menggaruk tengkuknya gugup. Temari yang tahu akan arah pembicaraan blushing mendengar penuturan Shikamaru.
Shikamaru mendekatkan wajahnya pada telinga Temari. tubuh Temari menegang dibuatnya. Nafas Temari tercekat ketika mendengar bisikkan Shikamaru, "Lagi pula aku juga menginginkannya. Sebelumnya aku juga belum menyentuhmu jadi—" Shikamaru berpindah mendekati bibir Temari, "—ayo kita lakukan,"
Shikamaru lalu dengan lembut mendorong pundak Temari dan membaringkannya ke sofa hingga posisi Shikamaru berada di atas tubuh Temari.
Temari hanya diam menurut kala Shikamaru menempelkan ciuman lembutnya pada bibir mungil Temari. Rasanya mereka berdua sangat menikmati ciuman mereka yang kedua pada hari ini. Ciuman mereka semakin lama semakin dalam ketika Shikamaru terus meminta lebih.
Selang beberapa menit Temari melepaskan ciumannya, ia terengah-engah kekurangan oksigen. Sama halnya dengan Shikamaru ia juga tampak membutuhkan oksigen lebih.
Shikamaru kembali mendekatkan wajahnya, memulai kembali. Tapi Temari dengan cepat mencegahnya, ia menahan dada bidang Shikamaru untuk menciumnya kembali. "Jangan disini." Ucap Temari memandang suaminya lembut.
Shikamaru mengangguk mengerti, lalu Shikamaru mengangkat tubuh Temari ala bridal style –bener gak sih?#plakk-. Shikamaru membawa Temari ke dalam kamar lalu menutup dan mengunci pintu kamarnya –nyegah takut author & reader ngintip-. Malam ini khusus untuk mereka berdua.
Selanjutnya? Oh tidak bisa! Itu sih privasi mereka.
Temari mengerjap-ngerjapkan matanya silau. Matanya belum terbiasa dengan cahaya silau pagi, ia lalu mengucek-ngucek matanya. "Pagi istriku… kau tak lupa lagi kan bahwa aku ini suamimu?" Tanya pria yang berbaring di sampingnya. Shikamaru menguap seraya menatap istrinya.
"Tentu saja aku tidak lupa," jawab Temari lalu duduk dari posisi berbaringnya. "Syukurlah istriku mengingatnya, kalau kau tidak ingat kau istri yang durhaka." Ujar Shikamaru tapi Temari tidak terlalu memusingkan perkataan Shikamaru.
"Hu~h kenapa di sini dingin sekali ya," Temari bergidik kedinginan. "Tentu saja, kau kan tidak berpakaian," kata Shikamaru santai sambil bangun lalu duduk.
"APA?" Shikamaru kaget akan teriakan istrinya yang tiba-tiba.
"Kau itu kenapa sih pagi-pagi sudah teriak-teriak," Shikamaru menutup telinganya sambil menatap istrinya kesal.
Tentu saja, bagaimana tidak kesa coba? Temari berteriak dekat telinganya. Shikamaru yakin setelah nanti ia di karuniai anak ia tidak dapat mendengar tangisan anaknya karena pendengarannya pasti sudah rusak.
Temari menatap tubuh Shikamaru yang tidak terbalut apapun, "K-kau memperkosaku ya?" Tanya Temari pelan. "Aku kan suamimu. Jadi jika aku ngapain-ngapin kamu namanya bukan pemerkosaan," bela Shikamaru menatap Temari aneh.
"Tapi kau tidak meminta izin terlebih dahulu, dan itu namanya pe-mer-ko-sa-an." Temari tak mau kalah membela diri.
"He? Jadi kau tidak ingat semalam? Padahal kau yang paling agresif." Kata Shikamaru kaget.
"Semalam? Aku? Agresif? Maksudmu tuh apa?" Tanya Temari memasang tampang polos.
"Huh aku benar-benar memiliki istri durhaka." Ujar Shikamaru sweatdrop sekaligus pasrah.
"Jika anak kita lahir nanti kau ingin dia seperti apa?" Shikamaru mengelus perut Temari yang buncit karena mengandung anak laki-laki dari Shikamaru.
"Aku ingin dia terlahir anak yang jenius, tampan, berbakti,rajin tidak malas sepertimu dan yang paling penting aku ingin anak ini rambutnya sepertiku." Ujar Temari tersenyum.
"Memangnya kau mau anak kita bermodel rambut kuncir empat sepertimu, hah?" Shikamaru menatap Temari, sepertinya ia protes.
"Tapi aku tidak mau jika nanti ada dua makhluk nanas di rumah." Shikamaru frustasi mendengar keinginan istrinya. Padahal belum tentu anak mereka akan seperti apa.
"Dia itu laki-laki, jika dia bermodel rambut kuncir empat pasti terlihat sangat aneh," Temari sedang menimbang perkataan Shikamaru.
"Baiklah, tapi aku ingin dia memiliki warna rambut sama denganku." Temari tersenyum senang akan jawabannya sendiri. Ia rasa ini cukup adil.
"Jika anak kita nanti bermodel rambut sepertiku tapi berwarna kuning sepertimu pasti dia akan sangat mirip dengan nanas." Shikamaru dan Temari membayangkan anak mereka seperti nanas berjalan. Mengerikan.
"TIDAAAAAK!" jerit Temari tidak terima. Shikamaru reflek menutup telinganya.
"Do'a kan ayahmu nak, supaya ayah bisa mendengar tangisan pertamamu…" ratap Shikamaru sambil berdo'a.

END
Kamis, 14 Maret 2013
Posted by Ricky Anggoro

Tips Belajar efektif


Assalamu'alaikum
Hai Readers :) Mumpung saya sebentar lagi mau menghadapi UTS, saya ingin memberikan tips, agar bisa konsentrasi belajar dan efektif. Apa sajakah itu?


1. Niat
Ingat, innamal a'malu binniyat. Belajar juga seperti itu. Niatkan fokus, pikiran, dan seluruhnya untuk belajar. Bukan hanya karena mengejar ulangan, tapi juga karena Allah SWT. Niat adalah hal pertama yang paling penting untuk bisa konsentrasi dalam belajar, dengan diawali niat pastinya kita sudah punya pegangan awal buat belajar, belajar tanpa niat lebih banyak failed dan ilmu yang kita dapat serap sangatlah minim. So Niatkan dalam diri untuk belajar
 


2. Motivasi dan fokus
Setelah niat, cobalah untuk memotivasi diri sendiri. Paculah semangat anda dalam mengejar ujian, pekerjaan, atau apapun. Cara memotivasipun beragam, mulai dari motivasi dari pacar *aduh, gak nyadar saya jomblo*, motivasi karena uang, motivasi untuk lebih baik, dan lain-lain. Lalu, fokus. Fokuskan diri anda dalam belajar, jangan terpengaruh keadaan disekitar anda. Ini bertujuan agar anda dapat menyerap apa yang anda pelajari dengan baik.


 
3. Lingkungan
Setelah motivasi, selanjutnya adalah lingkungan. Lingkungan yang baik untuk belajar adalah lingkungan yang nyaman, aman, dan tidak mengganggu. Sebaiknya pilih lingkungan yang kondusif, dan jauh dari keramaian, semisal ruang belajar, kamar, dan lain-lain.




4. Strategi belajar
Lalu, ada strategi belajar. Strategi belajar dapat disesuaikan dengan kondisi dan teknik yang menurut anda paling nyaman. Strategi belajar juga menjadi faktor penting dalam memahami pelajaran yang telah dipelajari. Di Indonesia, memang terkenal dengan sistem SKS (Sistem Kebut Semalam). Tapi, menurut saya, itu kurang baik, karena menguras energi yang banyak dan tidak semua yang dipelajari dapat diserap otak dengan baik. Intinya, pilih strategi yang paling pas untuk anda.
 

5. Istirahat
Jika anda serius dan fokus belajar, jangan lupa untuk istirahat. Istirahat juga perlu, agar dalam menghadapi ujian nanti, kita tidak capek karena semalaman belajar. Istirahat yang cukup, agar kesehatan anda tetap fit, dan dapat mengerjakan ujian dengan baik.




6. Doa
Ini juga sangat Penting, doa. Apalah arti usaha kita, jika tidak dibarengi dengan doa. Dengan doa dan ikhtiar, insya allah apa yang kita harapkan pasti akan dikabulkan Allah SWT, dijamin.



Masih banyak tips lain yang mendukung. Namun, tips diatas merupakan kunci agar kita dapat belajar efektif. Semoga bermanfaat, Wassalamu'alaikum
Minggu, 03 Maret 2013
Posted by Ricky Anggoro
Tag :

Fanfiction Reader for Android


Assalamu'alaikum 


Oke, kali ini saya mau sharing apps fanfiction di Android. Saya cukup sering membaca fanfiction, walaupun cuman naruto-hinata. Berikut Screenshot dari Fanfiction reader












Nah, bagi anda fanboy dan fangirl, anda bisa download lewat google play disini
Saya telah memakainya, dan hasilnya pun bagus! Recomended deh buat anda yang sering baca fanfiction. Semoga bermanfaat, Wasalamu'alaikum



Posted by Ricky Anggoro
Tag :

Animasi di Blog, salah satu penyebab Loading Lama

Assalamu'alaikum

Adakah para readers yang berpandangan, kalo sidebar yang cantik itu bila ditempel berbagai animasi? Tapi itu dapat memberatkan blog anda.

Oke, disini saya akan membahas penyebab lamanya loading di Blog. Salah satu penyebab loading blog yang lama adalah:

1. Banyaknya widget sidebar yang berat
Ini tadi yang saya bahas sebelumnya diawal. Terlalu banyak animasi di sidebar hanya akan memberatkan proses loading blog. Lalu, kenapa saya memasang Jam, dan animasi hewan? Itu karena tugas di sekolah saya yang mengharuskan memakai itu.

2. Terlalu banyak iklan
Mungkin, bagi blogger yang ingin mencari uang, memasang iklan adalah salah satu cara yang tepat. Tapi, itu juga jadi salah satu yang memberatkan proses loading. Tak hanya itu, pengunjung blog pun akan terganggu dengan adanya iklan tersebut.

3. Postingan panjang tanpa readmore (baca selengkapnya)
Mungkin karena blogger yang newbie, banyak postingan mereka yang panjang, tidak dipasang readmore. Apasih gunanya readmore? Read more berguna untuk menyingkat postingan anda pada halaman awal, dan jika di klik tombol readmore, maka akan ditampilkan postingan secara utuh. Contohnya, dapat dilihat di blog saya sendiri.

4. Banyaknya Banner dan link Exchange.
Banner, yang juga gambar atau slide flash, juga dapat memberatkan akses blog. dan yang terakhir adalah terlalu banyaknya banner dan link exchange ya anda tau link exchange ? link exchange yang sering disebut juga pertukaran link yang sering dilakukan oleh seorang blogger, ya tujuannya selain untuk mendapatkan pengunjung lebih dan juga mendapatkan backlink, tapi bila anda meletakan banner dan link exchangenya di dalam widget blog itu akan membuat blog anda menjadi berat. Untuk itu lebih baik menggunakan link exchange di postingan tertentu.

Sebenarnya masih banyak faktor penyebab loading lama pada blog, namun hal-hal yang sering muncul adalah faktor yang saya sebutkan diatas. Sekian, terimakasih
Wassalamu'alaikum
Sabtu, 02 Maret 2013
Posted by Ricky Anggoro
Tag :

Cara Search Engine Mengindeks Blog atau Website


Hai Readers, bagaimana kabarnya? Semoga sehat yah. Kali ini saya mau sharing, bagaimana Search Engine (e.g: Google) mengindeks  website. Apakah ada yang tau, bagaimana cara Google, Yahoo, MSN, Bing, AOL, dll bisa mencari dan mengindeks website atau blog dengan cepat? Jika belum tahu, saya akan jelaskan sedikit.


Kinerja Search Engine, sebenarnya sama saja konsepnya seperti kita membaca sebuah buku, ataupun novel. Search engine menggunakan sebuah alat bernama Robots Spider untuk melakukan crawling (penelusuran) sebuah halaman web atau blog. Robots Spider ini bekerja menelusuri web atau blog dengan membacanya dari sebelah kiri atas sampai ke kanan bawah. Robots ini hanya diprogram untuk membaca informasi berupa teks ataupun hyperlink yang ada di halaman web atau blog tersebut. Jadi, Search engine tidak akan mengindeks atau membaca semua yang berhubungan dengan gambar, flash, animasi, dan lain-lain. Maka dari itu banyak situs website yang sedikit sekali menampilkan gambar, tetapi terindeks di halaman google pada halaman pertamanya. Bukan berarti mereka tidak bisa mendesain dengan bagus, tetapi itu adalah trik agar halaman mereka dapat terindeks dengan cepat di Google, dan berada di halaman awal google. Teknik ini bisa disebut juga dengan Search Engine Optimization (SEO). Mungkin lain waktu akan saya bahas tentang teknik ini. Mereka yang menggunakan Teknik ini biasanya lebih mengutamakan speed webnya dan mereka mengurangi penggunaan animasi dan gambar.

Untuk membuktikan, bahwa bagaimana robots spider bekerja mengindeks suatu website atau blog, anda bisa menggunakan Speed Engine Spider Imitator dan Speed Engine Spider Simulator.

Sekian dari saya, Terimakasih :)
Posted by Ricky Anggoro
Tag :

Ova Naruto: Naruto vs Konohamaru



Hai Readers :) saya balik lagi nih, ehehe. Kali ini saya mau share tentang Naruto OVA (filler) antara Naruto vs Konohamaru. Mungkin aneh, tapi memang ini sengaja dibuat Masashi Kishimoto, buat selingan. Di Ova ini, Naruto yang memang masih genin, akan mengikuti Ujian Chunnin, dan bergabung dengan bocah-bocah genin 12 tahun, dan terdapat disana Konohamaru dan kawan-kawannya. Saat itu sudah undian babak kedua, dan undian menempatkan Naruto, yang akan bertarung melawan Konohamaru! Biar lebih seru, anda bisa download video Ova nya disini.

Kalo mau watch videonya, dibawah ini sudah disediakan, happy Watching :)


Jumat, 01 Maret 2013
Posted by Ricky Anggoro

Popular Post

About Me

Foto saya
Cungkring,item,tinggi,itulah saya. Biasa dipanggil Ricky,saya saat ini sekolah di MAN Yogyakarta 1. Seorang yang suka FF (Fanfiction.net),biasanya baca Naruto *terutama Akatsuki. Sambil sesekali main gitar.Terkadang mengamati keadaan politik negeri ini yang carut marut.

Member of

Komunitas Blogger Jogja

- Copyright © 2013 Ricky Blog -Original template, click- Designed by Johanes Djogan - Edited by Ricky Anggoro-